Golok Ciomas merupakan salah satu warisan budaya asli dari Banten yang sudah dikenal sejak abad ke-16. Senjata tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pertanian dan perlindungan diri, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan simbol keberanian masyarakat Ciomas.
Menurut cerita rakyat, golok ini dipercaya memiliki kekuatan magis karena ditempa dengan doa dan ritual khusus oleh para empu di Ciomas. Setiap golok dibuat dengan teknik tradisional turun-temurun, menggunakan bahan besi pilihan dan ditempa secara manual hingga menghasilkan bilah yang kuat dan tajam.
Hingga kini, Golok Ciomas tetap menjadi kebanggaan masyarakat Banten dan sering digunakan dalam upacara adat, serta dipamerkan sebagai simbol kejayaan dan identitas budaya lokal.
Golok Ciomas bukan sekadar alat, melainkan simbol ketangguhan dan identitas masyarakat Banten yang telah diwariskan turun-temurun sejak abad ke-16. Awalnya digunakan sebagai alat bercocok tanam dan perlindungan di tengah hutan, golok ini perlahan menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat setempat.
Dibuat oleh para empu dengan teknik tempa tradisional, setiap golok dibentuk melalui proses panjang yang penuh disiplin dan doa. Bahan besi pilihan ditempa secara manual, menghasilkan bilah yang tidak hanya tajam dan kuat, tetapi juga dianggap memiliki energi tersendiri oleh masyarakat sekitar.
Kini, Golok Ciomas tetap dihormati sebagai warisan budaya yang hidup. Ia hadir dalam upacara adat, pertunjukan seni bela diri tradisional, hingga menjadi ikon kebanggaan lokal yang dipamerkan di berbagai ajang budaya nasional.